Tag

,

Mengoptimalkan Bulan Ramadhan

Mengoptimalkan Bulan Ramadhan

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa (QS. al-Baqarah: 183)

Bulan Ramadhan selalu hadir sebagai karunia bagi umat Islam, tentu saja karena itu kita seyogyanya tidak membiarkannya lewat begitu saja tanpa mengoptimalkan kehadirannya. Bulan Ramadhan adalah bulan memperbaiki diri, maka sudah tentu menjadi kewajiban bagi kita untuk memperbaiki, menata kembali, dan memperbaharui niat kita dalam kehidupan dan ibadah.

Saya membaca lembaran buletin Jum’at dan menemukan tulisan yang sangat baik tentang bulan puasa. Dalam tulisan ini saya bermaksud meringkas poin penting dalam buletin tersebut sehingga dapat menjadi pembelajaran yang baik kita dalam meningkatkan amal ibadah kita dalam bulan ramadhan ini.

Tulisan tersebut menyebutkan empat poin penting yang kita perlu perhatikan dalam bulan Ramadhan sehingga dapat menjadi referensi bagi kita dalam beribadah dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

1. Bulan ramadhan sebagai bulan Syahrul Qur’an

Bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya al-Qur’an sebagai pedoman dan rujukan bagi umat Islam dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah swt. Pada dasarnya Allah telah menitipkan rumusan penting kehidupan dalam al-Qur’an sehingga manusia tidak buta dalam mengarungi kehidupan ini. Kaitannya dengan hal ini, maka sudah sepantasnya kemudian al-Qur’an menjadi cara hidup dan cara berpikir umat Islam atau dalam bahasa Arabnya adalah manhajul hayat wa manhajul fikr atau the way of life and the way of thinking.

Karena al-Qur’an merupakan karunia Allah yang diberikan kepada manusia, maka sudah pasti segala konsep yang ada didalamnya merupakan konsep ideal tentang bagaimana manusia menjalani kehidupannya dengan baik. Oleh karena itu, apabila kaum muslimin berkomitmen untuk menjadikan al-Qur’an sebagai manhajul hayat maka sudah tentu mereka akan menemukan kehidupan yang bahagia dalam tuntunan Ilahi. Memang, mengaplikasikan semua isi al-Qur’an secara totalitas bukanlah hal yang mudah dalam konteks kita manusia biasa, tetapi setidaknya kita dapat mengambil satu atau dua prinsip dalam al-Qur’an yang dapat kita jadikan pedoman dalam bersikap dan berprinsip dalam kehidupan ini.

2. Bulan Ramadhan sebagai Bulan Tarbiyah (Pendidikan)

Pada bulan ramadhan kita dilatih dan dididik untuk mengendalikan diri secara total, meski harus kita sadari begitu sulitnya untuk menata diri kita ini. Pada bulan ini kita dilatih dan ditempa serta dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan sebelas bulan yang akan datang. Di sisi lain kita juga dibersihkan dari noda-noda kehidupan pada sebelas bulan sebelumnya.

Pengendalian diri yang menjadi nilai poros pembelajaran dalam bulan ramadhan, adalah prinsip dasar dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Dalam ilmu psikologi disebutkan bahwa kemampuan untuk mengontrol diri merupakan salah satu tanda bahwa kita sehat secara mental dan emosional. Maka kecerdasan emosional adalah orientasi akhir dari pengendalian diri.

Tidak hanya mengenai kontrol diri, pada bulan ini juga kita dilatih untuk berempati dalam kehidupan. Merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh orang lain. Kemampuan untuk berempati adalah nilai yang sangat dikedepankan dalam persaudaraan umat Islam, karena hal ini akan menciptakan kepekaan yang tinggi dalam hubungan interpersonal antar sesama muslim.

3. Ramadhan sebagai Bulan Perjuangan dan Dakwah

Seringkali kita membuat alasan untuk bermalas-malasan pada bulan Ramadhan, padahal yang seharusnya adalah sebaliknya. Bulan ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala dari setiap perbuatan baik umat Islam, sehingga seudah sepantasnya bagi kita untuk berlomba-lomba berjuang meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita, atau dengan istilah lain adalah fastabiqul khoiraat.

Perjuangan yang dimaksud tidak terbatas pada perjuangan di medan perang semata, tetapi perjuangan dalam konteks kebaikan yang luas. Sebagai contoh, seorang guru berjuang untuk mengajarkan yang terbaik bagi para muridnya, seorang pedagang berjuang untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat pelanggannya, seorang pegawai kantoran berjuang dengan cara menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya di kantor dengan cara yang efektif dan efisien. Seorang pelajar berjuang dengan cara semakin giat dalam belajar dan meningkatkan pengetahuannya. Singkatnya adalah perjuangan bagi siapapun untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Berbicara tentang dakwah maka setiap pembicaraan yang baik, menurut hemat saya adalah dakwah. Jadi menjadi pendakwah tidak harus menjadi ustadz atau kiyai, tetapi dnegan cara menyebarkan omongan yang positif yang dapat mempengaruhi orang lain untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kualitas dirinya menjadi lebih baik merupakan dakwah. Jadi dalam istilah yang lebih sederhana, dakwah adalah aktivitas mempengaruhi orang lain untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri sembari melarang atau mencegah orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, tidak konstruktif, tidak produktif, dan tidak berkualitas.

4. Bulan Ramadhan sebagai Bulan Ukhuwah Islamiyah

Sebagaimana saya sebutkan sebelumnya, bulan ramadhan adalah bulan kita belajar untuk meningkatkan kepekaan kita kepada orang lain. Karena kepekaan ini menjadi modal dasar untuk memperkuat jalinan persaudaraan antar umat Islam. Karena empati dan kepekaan inilah yang membuat kita dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh saudara sesama muslim kita. Sebagaimana sering disebutkan dalam hadist bahwa semua kaum muslim adalah bersaudara, dan persaudaraan tersebut ibaratkan satu tubuh dimana jika salah satu anggota tubuh yang lain terluka, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan pedihnya luka tersebut.

Bulan ramadhan dapat dijadikan sebagai momentuk untuk meningkatkan komunikasi yang positif antar kelompok-kelompok umat Islam agar tetap terjaga harmoni dalam kehidupan beragama. Perbedaan adalah rahmat, yang dapat menghiasi keanekaragamana budaya dan pemahaman manusia. Jadi perbedaan bukanlah hal yang tabu, tetapi perbedaanlah yang dapat merangsang kita untuk saling mengenal satu sama lain sesama umat manusia.

Maka dalam bulan ini sudah selayaknya bagi kita umat Islam untuk menghilangkan kedengkian dan kebencian antar kelompok, kita harus membangun sinergi yang positif dalam tubuh umat Islam, sehingga terlihatlah kesatuan dan persaudaraan di antara kita sesama umat Islam.

Semoga bulan ini menjadi bulan yang diberkahi oleh Allah swt dan kita yang menjalankan ibadah puasa diberi kekuatan oleh Allah untuk mengamalkan kehidupan menjadi lebih baik dari hari ke hari….Amiien Allahumman Amien.